Sabtu, 05 November 2016

MAKALAH PENGERTIAN IMAN



MAKALAH AGAMA
TENTANG
“PENGERTIAN IMAN”





Disusun Oleh :
Nama   : Elia Putri
Prodi   : D3 Kebidanan Tingkat 1




STIKES KHARISMA KARAWANG
Jalan Pangkal Perjuangan KM 1 (By Pass), Karawang, Jawa Barat 41316, Indonesia
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena rahmat dan karunia-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan tugas Makalah ini..
Tidak lupa juga kami ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua kami masing-masing dan terima kasih kepada dosen Pembibingi yang telah membimbing kami agar dapat mengerti tentang bagaimana cara menyusun karya tulis ilmiah ini, serta rekan-rekan seperjuangan yang telah membantu, dan terimakasih juga kami ucapkan kepada pihak-pihak terkait yang telah memberikan masukan dalam menyusun Makalah ini.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “PENGERTIAN IMAN”, yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini disusun oleh kami dengan berbagai rintangan, baik suka maupun duka, baik itu yang datang dari diri kami masing-masing maupun yang datang dari luar. Kendala kami dalam menulis karya tulis ilmiah ini adalah brayawaktu, serta berbagai hal yang tidak dapat kami sebutkan.    
Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya Makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi siapa saja khususnya bagi diri kami sendiri, para pelajar dan semua yang membaca Makalah ini, dan mudah-mudahan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.
Kami menyadari bahwa dalam menulis Makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna sempurnanya Makalah kami ini.


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR...................................................................................................... i
DAFTAR ISI.................................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................. 1
A.    Latar Belakang...................................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah................................................................................................. 1
C.     Tujuan dan Manfaat Penulisan............................................................................. 1

BAB II PEMBAHASAN................................................................................................ 2
A.    Pengertian............................................................................................................. 2
B.     Ruang Lingkup Iman............................................................................................ 2
C.     Rukun Iman.......................................................................................................... 2

BAB III PENUTUP......................................................................................................... 9
A.    Kesimpulan........................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................... 10





BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Tak diragukan lagi bahwa siapapun ingin hidup bahagia. Masing-masing dalam hidup ini mendambakan ketenangan kedamaian kerukunan dan kesejahteraan. Namun di manakah sebenarnya dapat kita peroleh hal itu semua?
Sesungguhnya menurut ajaran Islam hanya iman yg disertai dgn amal shaleh yg dapat menghantarkan kita baik sebagai individu maupun masyarakat ke arah itu.
“Barangsiapa yg mengerjakan amal shaleh baik laki-laki-laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yg baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dgn pahala yg lbh baik dari apa yg telah mereka kerjakan.”
Dengan iman umat Islam generasi pendahulu mencapai kejayaan berhasil merubah keadaan duni dari kegelapan menjadi terang benderang. Dengan iman masyarakat mereka menjadi masyarakat adil dan makmur. Para umara’ melaksanakan perintah Allah para ulama beramar ma’ruf dan nahi mungkar dan rakyat saling tolong-menolong atas kebajikan dan kebaikan. Kalimatul Haq mereka junjung tinggi tiada yg mengikat antar mereka selain tali persaudaraan iman.
Namun setelah redup cahaya iman di hati kita lenyaplah nilai-nilai kebaikan diantara kita. Masyarakat kita pun menjadi masyarakat yang penuh dgn kebohongan kesombongan kekerasan individualisme keserakahan kerusakan moral dan kemungkaran.Dengan memohon ma’unah Allah makalah singkat ini mencoba menjelaskan beberapa hal yang berkaitan dengan topik tersebut di atas.
B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini yakni:
1.      Apa pengertian iman?
2.      Bagaimana karakteristik iman?
3.      Tingkatan iman.
4.      Cabang-cabang dari iman.
C.     Tujuan dan Manfaat Penulisan
Adapun tujuan pembuatan makalah ini yakni untuk memenuhi kewajiban sebagai pelajar, yakni membuat tugas yang diberikan oleh dosen, akan pemenuhan dari kewajiban itupula tidak lepas ari banyaknya manfaat yang bisa didapatkan. Yaitu kita dapat mengetahui apa pengertian dari iman, karakteristik iman, dan segala sesuatu tentang iman.


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian
Secara etimologis berarti ‘percaya’. Perkataan iman (إيمان) diambil dari kata kerja ‘aamana’ (أمن) – yukminu’ (يؤمن) yang berarti ‘percaya’ atau ‘membenarkan’.
Menurut hadits, iman merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka orang – orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. Atau juga pandangan dan sikap hidup.
Menurut para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman:
a.       Imam Ali bin Abi Talib: “Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota.”
b.      Aisyah r.a.: “Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota.”
c.       Imam Al-Ghazali: “Pengakuan dengan lidah (lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-rukun (anggota-anggota).”
Berdasarkan hadits Ibnu Majjah Tabhrani:
اَلْاِيْمَانُ عَقْدٌ بِالْقَلْبِ وَ اِقْرَارٌ بِالِّسَانِ وَ عَمَلٌ بِالْاَرْكَانِ.
Artinya: ”Iman adalah tambatan hati, ucapan lisan dan laku perbuatan.”

B.     Ruang Lingkup Iman
Adapun batasan ruang lingkup iman adalah isi yang di cakup oleh kata kata iman tersebut.
اَلْاِيْمَانُ  = عَقْدٌ بِالْقَلْبِ  + وَ اِقْرَارٌ بِالِّسَانِ  + وَ عَمَلٌ بِالْاَرْكَانِ
Artinya: Tambatan hati + Ucapan lisan (Pandangan hidup) + Laku perbuatan(Sikap hidup)
Jadi bicara soal Iman = bicara soal hidup yang mencakup:
·         Pandangan hidup
·         Sikap hidup

C.    RUKUN IMAN
1.      Iman kepada Allah SWT
Sudah kita ketahui, Allah SWT adalah Esa/Tunggal. Seperti dalam Q.S Al-Ikhlas:  1-4
Artinya:“Katakanlah: Dia-Lah Allah Yang Maha Esa. Hanya Allah-lah tempat bergantung. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakan. Tidak ada satupun yang menyamai-Nya.”
Dalam surat tersebut telah jelas dijelaskan bahwa Allah-lah tempat bergantung, bergantung diatas ialah ketika umat muslim menyembah dan meminta hanya kepada Allah. Seperti Q.S Al-Fatihah: 5
Allah maha pengasih lagi Maha penyayang. Ia menyuruh manusia agar berbuat kebajikan,agar kehidupannya bahagia di dunia dan akhirat. Untuk dapat berbuat kebajikan manusia perlu tuntunn bimbingan dari allah swt. Allah maha adil lagi bijaksana,Allah menjanjikan kepada manusia yang ikhlas menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya akan mendapat imbalan berupa Surga. Begitu pula sebaliknya barang siapa berbuat dosa balasannya adalah neraka.
Di antara sifat-sifat Allah yang banya disebut dalam Al-Qur’an adalah “Rabb”: Maha Memiliki, Mendidik, dan Memelihara. “Rahmaan” dan “Rahiim”: Maha Pemurah dan Maha Penyayang,. “Ghafuur”: Maha Pengampun. “Malik”: Maha Menguasai, Maha Memiliki.
2.      Iman kepada Malaikat-Malaikat Allah SWT
Yang Wajib diketahui oleh umat Islam ada 10.
1)      Jibril. Tugasnya menyampaikan wahyu
2)      Mikail. Tugasnya memberikan rizki
3)      Israfil. Tugasnya meniup sangkakala
4)      Izrail. Tugasnya mencabut nyawa
5)      Munkar. Tugasnya menanyakan dalam kubur
6)      Nakir. Tugasnya menanyakan dalam kubur
7)      Raqib. Tugasnya mencatat amal kebaikan
8)      Atid. Tugasnya mencatat amal keburukan
9)      Malik. Tuganya penjaga pintu neraka
10)  Ridwan. Tugasnya penjaga pintu surga
Beriman kepada Malaikat, didasarkan pada:
·         Q.S Al-Baqarah: 177
Artinya “Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebaktian, akan tetapi sesungguhnya kebaktian itu ialah beriman kepada Allah, hari kiamat, Malaikat-Malaikat, Kitab-Kitab, Nabi-Nabi....................”.
·         Q.S Al-Baqarah: 285
Artinya: “Rasul telah beriman kepada Al-Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya demikian pula orang-orang yang beriman, semuanya beriman kepada Allah, Malaikat-MalaikatNya, Kitab-KitabNya, Rasul-RasulNya......................”.
Malaikat adalah makhluk halus yang tidak nampak dan mempunyai fungsi-fungsi yang tertentu. Sebagai konsekuensi beriman kepada Allah, maka umat Islam harus beriman kepada Malaikat. Malaikat, menurut Hadits yang diwayatkan oleh Aisyah R.A, diciptakan dari nur (cahaya), sedangkan jin diciptakan dari nar (api).
Adapun Fungsi Malaikat adalah:
a)      Sebagai utusan untuk menyampaikan  wahyu Allah kepada Rasul-RasulNya.
b)      Sebagai perantara untuk memperkuat Para Nabi dan kaum Muslimin.
c)      Untuk mendatangkan azab pada umat yang dzalim serta mengingkari zat-zat Allah.
d)     Menolong dengan memintakan ampun bagi mereka yang ada dibumi.
e)      Membantu meningkatkan kehidupan rohaniah manusia didunia maupun diakhirat, dengan selalu memberi ilham pada manusia untuk berbuat yang baik.
f)       Untuk mencatat semua perbuatan-perbuatan manusia.

Sifat Malaikat :
1)      Diciptakan dari nur (cahaya)
2)      Taat dan berbakti kepada Allah
3)      Dapat menjelma atau berubah bentuknya seperti manusia atau seperti makhluk lainnya.
4)      Bersujud kepada allah.
5)      Senantiasa mengucapkan tasbih atau mensucikan allah.
6)      Tidak pernah merasa letih untuk menyembah allah.
7)      Tidak sombong.
8)      Memberi salam kepada ahli syurga.
9)      Memohon ampunan untuk orang2 yang beriman.
10)  Malaikat itu tidak berjenis laki-laki atau perempuan.
11)  Tidak memiliki hawa nafsu,tidak membutuhkan makan dan minum,dan sarana-sarana fisik lainnya.
12)  Tidak mati sebelum datangnya hari kiamat.

Hikmah Beriman Kepada malaikat :
a)      Iman kepada malaikat adalah salah satu rukun iman. Oleh sebab itu,kita harus mempercayai adanya malaikat dengan penuh keyakinan. Beriman kepada malaikat dapat mendatangkah hikmah,antara Lain:
b)      Dapat mempertebal keimanan dan ketakwaan kepada allah swt.
c)      Diantara sekian banyak sifat malaikat adalah disiplin dan ikhlas melaksanakan perintah allah. Sifat yang luhur ini sebaiknya kita jadikan contoh dalam rangka ibadah kita kepada Allah swt.
d)     Malaikat ada yang bertugas mengawasi dan mencatat semua perbuatan manusia. Hal ini merupakan Motivasi (pendorong) bagi kita untuk senantiasa berbuat kebaikan dan menjauhi perbuatan jahat.

3.      Iman kepada Kitab-Kitab Allah
Iman kepada kitab Allah berarti tidak hanya percaya kepada Al-Quran, tetapi percaya kepada kitab yang diturunkan dalam semua masa, serta yang diturunkan kepada tiap-tiap umat.
Menurut ajaran Al-Quran tiap-tiap umat, dimanapun ia berada dibumi, kepada umat itu diturunkan wahyu. Kitab suci yang diturunkan Allah kepada rasul yang wajib kita imani adalah:
1)      Kitab Taurat,Diturunkan kepada Nabi Musa AS pada kira-kira abad 12 SM di daerah Israil dan Mesir.
2)      Kitab Zabur,Diturunkan kepada Nabi Daud AS pada kira-kira abad 10 SM di daerah Israil.
3)      Kitab injil, diturunkan kepada Nabi Isa AS pada permulaan abad pertama masehi.
4)      Kitab Al-Qur’an,diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW,abad ke-6 masehi di Mekkah,Madinah dan sekitarnya (sekarang negara Arab Saudi).
Perbedaan Al-Quran dan kitab-kitab lainnya:
Kitab Taurat,Zabur dan Injil berisi tentang Aqidah (tauhid) dan hukum-hukum syari’at. Sedangkan kitab Al-Qur’an berisi tentang aqidah,hukum-hukum syari’at dan muamalat. Al-Qur’an adalah kitab suci yang paling lengkap,yang berisi pokok-pokok keyakinan (aqidah),aturan tata cara peribadatan (syariah),tata cara dan hukum kemasyarakatan (muamalah).
Sebagaimana Q.S Al-Faathir: 24
Artinya: ”.......... dan tidak ada suatu umat melainkan telah ada dahulu diantara mereka orang yang memberikan peringatan.”
Al-Quran membenarkan apa yang termasuk dalam kitab-kitab suci lain, tetapi juga menguji kemurnian dari kitab-kitab suci itu. Karena itu Al-Quran memuat kisah-kisah Nabi untuk mengambil pelajaran juga menunjukkan kejadian yang sebenarnya.



4.      Iman kepada Rasul-Rasul Allah
Iman kepada Rasul artinya mempercayai dan meyakini bahwa Allah SWT telah mengutus Rasul-RasulNya untuk menuntun dan membimbing umat manusia kejalan hidup yang benar dan diridhai Allah SWT.  Rasul adalah manusia biasa pilihan Allah SWT yang diberi wahyu untuk dirinya dan umatnya.
Sebagai manusia, Rasul pun memiliki sifat-sifat yang dimiliki manusia lainnya. Misalnya makan, minum, bekerja, berkeluarga, dan bermasyarakat. Allah SWT berfirman dalam Q.S An-Nahl: 43
Artinya: “Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka. Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahuinya”

a.      Nama-nama Rasul Allah SWT
Jumlah nabi dan rasul sangat banyak, tidak ada seorangpun yang mengetahui jumlahnya dengan pasti. Hal itu karena sebagian dicantumkan kisahnya dalam Al-Quran dan sebagian lagi tidak. Sabda Nabi SAW:

Artinya: “(Jumlah nabi dan rasul) adalah seratus dua puluh ribu orang dan para rasul sebagian dari mereka berjumlah tiga ratus tiga belas orang.” (H.R Bukhari dan Muslim)
Tetapi jumlah nabi dan rasul yang wajib diketahui oleh umat Islam dan diterangkan dalam Al-Quran ada 25orang, yaitu:
1)      Adam AS. 
bergelar Abu al-Basyar (Bapak semua manusia) atau manusia pertama yang Allah swt. ciptakan, tanpa Bapak dan tanpa Ibu, terjadi atas perkenanNya “ Kun Fayakun” artinya “ Jadilah ! , maka terjelmalah Adam.”Usia nabi Adam mencapai 1000 tahun.
2)      Idris AS. 
adalah keturunan ke 6 dari nabi Adam. Beliau diangkat menjadi Rasul setelah berusia 82 tahun. Dilahirkan dan dibesarkan di sebuah daerah bernama Babilonia. Beliau berguru kepada nabi Syits AS.
3)      Nuh AS. 
adalah keturunan yang ke 10 dari nabi Adam. Usianya mencapai 950 tahun. Umat beliau yang membangkang ditenggelamkan oleh Allah swt. dalam banjir yang dahsyat. Sedangkan beliau dan umatnya diselamatkan oleh Allah swt. karena naik bahtera yang sudah beliau persiapkan atas petunjuk Allah swt.
4)      Hud AS. 
adalah seorang rasul yang diutus kepada bangsa ‘Ad yang menempati daerah Ahqaf, terletak diantara Yaman dan Aman (Yordania) sampai Hadramaut dan Asy-Syajar, yang termasuk wilayah Saudi Arabia.
5)      Shaleh AS.
Beliau masih keturunan nabi Nuh AS. diutus untuk bangsa Tsamud, menempati daerah Hadramaut, yaitu daratan yang terletak antara Yaman dan Syam (Syiria). Kaum Tsamud sebenarnya masih keturunan kaum ‘Ad.
6)      Ibrahim AS. 
putra Azar si pembuat patung berhala. Dilahirkan di Babilonia, yaitu daerah yang terletak antara sungai Eufrat dan Tigris. Sekarang termasuk wilayah Irak. Beliau berseteru dengan raja Namrud, sehingga beliau dibakarnya dalam api yang sangat dahsyat, tetapi Nabi Ibrahim tidak mempan dibakar, karena diselamatkan Allah swt. Beliau juga dikenal sebagai Abul Anbiya (bapaknya para nabi), karena anak cucunya banyak yang menjadi nabi dan rasul. Syari’at beliau banyak diamalkan oleh Nabi Muhammad saw. antara lain dalam ibadah haji dan Ibadah Qurban, termasuk khitan.
7)      Luth AS. 
Beliau keponakan nabi Ibrahim, dan beliau banyak belajar agama dari nabi Ibrahim. Diutus oleh Allah swt. kepada kaum Sodom, bagian dari wilayah Yordania. Kaum nabi Luth dihancurkan oleh Allah swt. dengan diturunkan hujan batu bercampur api karena kedurhakaannya kepada Allah swt, terutama karena perilaku mereka yang suka mensodomi kaum laki-laki.
8)      Ismail AS. 
adalah putra nabi Ibrahim AS. bersama ayahnya membangun (merenovasi) Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam. Beliau adalah seorang anak yang dikurbankan oleh ayahnya Ibrahim, sehingga menjadi dasar pensyari’atan ibadah Qurban bagi umat Islam.
9)      Nabi Ishak AS. 
putra Nabi Ibrahim dari isterinya, Sarah. Jadi nabi Ismail dengan nabi Ishak adalah saudara sebapak, berlainan ibu.
10)  Ya’qub AS. 
adalah putra Ishaq AS. Beliaulah yang menurunkan 12 keturunan yang dikenal dalam Al Quran dengan sebutan al Asbath, diantaranya adalah nabi Yusuf yang kelak akan menjadi raja dan rasul Allah swt.
11)  Yusuf AS.
putra nabi Ya’qub AS.Beliaulah nabi yang dikisahkan dalam al Quran sebagai seorang yang mempunyai paras yang tampan, sehingga semua wanita bisa tergila-gila melihat ketampanannya, termasuk Zulaiha isteri seorang pembesar Mesir (bacalah kisahnya dalam Q.S. surah yusuf).
12)  Ayyub AS. 
adalah putra Ish . Ish adalah saudara kandung Nabi Ya’qub AS. berarti paman nabi Yusuf AS. Jadi nabi Ayyub dan nabi Yusuf adalah saudara sepupu. Nabi Ayyub digambarkan dalam Al Quran sebagai orang yang sangat sabar. Beliau diuji oleh Allah swt. dengan penyakit kulit yang sangat dahsyat, tetapi tetap bersabar dalam beribadah kepada Allah swt. (bacalah kembali kisahnya)
13)  Dzulkifli AS. 
putra nabi Ayyub AS. Nama aslinya adalah Basyar yang diutus sesudah Ayyub, dan Allah memberi nama Dzulkifli karena ia senantiasa melakukan ketaatan dan memeliharanya secara berkelanjutan
14)  Syu’aib AS.
masih keturunan nabi Ibrahim. Beliau tinggal di daerah Madyan, suatu perkampungan di daerah Mi’an yang terletak antara syam dan hijaz dekat danau luth. Mereka adalah keturunan Madyan ibnu Ibrahim a.s.
15)  Yunus AS. 
adalah keturunan Ibrahim melalui Bunyamin, saudara kandung Yusuf putra nabi Ya’qub. Beliau diutus ke wilayah Ninive, daerah Irak. Dalam sejarahnya beliau pernah ditelan ikan hiu selama 3 hari tiga malam didalam perutnya, kemudian diselamatkan oleh Allah swt.
16)  Musa AS. 
adalah masih keturunan nabi Ya’qub. Beliau diutus kepada Bani Israil. Beliau diberi kitab suci Taurat oleh Allah swt.
17)  Harun AS. 
adalah saudara nabi Musa AS. Yang sama-sama berdakwah di kalangan Bani Israil di Mesir.
18)  Dawud AS.
adalah seorang panglima perang bani Israil yang diangkat menjadi nabi dan rasul oleh Allah swt, diberikan kitab suci yaitu Zabur. Beliau punya kemampuan melunakkan besi, suka tirakat, yaitu puasa dalam waktu yang lama. Caranya dengan berselang-seling, sehari puasa, sehari tidak.
19)  Sulaiman AS. 
adalah putra Dawud. Beliau juga terkenal sebagai seorang raja yang kaya raya dan mampu berkomunikasi dengan binatang (bisa bahasa binatang).
20)  Ilyas AS. 
adalah keturunan Nabi Harun AS. diutus kepada Bani Israil. Tepatnya di wilayah seputar sungai Yordan.
21)  Ilyasa AS. 
berdakwah bersama nabi Ilyas kepada bani Israil. Meskipun umurnya tidak sama, Nabi Ilyas sudah tua, sedangkan nabi Ilyasa masih muda. Tapi keduanya saling bahu membahu berdakwah di kalangan Bani Israil.
22)  Zakaria AS. 
seorang nabi yang dikenal sebagai pengasuh dan pembimbing Siti Maryam di Baitul Maqdis, wanita suci yang kelak melahirkan seorang nabi, yaitu Isa AS.
23)  Yahya AS. 
adalah putra Zakaria. Kelahirannya merupakan keajaiban, karena terlahir dari seorang ibu dan ayah (nabi Zakaria) yang saat itu sudah tua renta, yang secara lahiriyah tidak mungkin lagi bisa melahirkan seorang anak.
24)  Isa AS. 
adalah seorang nabi yang lahir dari seorang wanita suci, Siti Maryam. Ia lahir atas kehendak Allah swt, tanpa seorang bapak. Beliau diutus oleh Allah swt. kepada umat Bani Israil dengan membawa kitab Injil. Beliaulah yang dianggap sebagai Yesus Kristus oleh umat Kristen.
25)  Muhammad SAW. 
putra Abdullah, lahir dalam keadaan Yatim di tengah-tengah masyarakat Arab jahiliyah. Beliau adalah nabi terakhir yang diberi wahyu Al Quran yang merupakan kitab suci terakhir pula.

5.      Iman kepada Hari Kiamat
Iman kepada hari kiamat berarti mempercayai dan meyakini adanya hari dimana seluruh amal dan perbuatan manusia dipertanggungjawabkan.
Hari Kiamat Menurut Tinjauan  Ilmu Pengetahuan
Pemikiran tentang terjadinya kiamat menurut sains (ilmu pengetahuan) dibahas dalam beberapa teori seperti berikut:
a.       Sir James Jeinz
Astronom ini berpendapat dalam buku Bintang-bintang dalam Perjalanannya bahwa bulan itu akan mendekati bumi sedikit demi sedikit, hingga kedekatan itu mengancam keselamatan bumi. Pada saat itu hari pembalasan akan segera tampak dan bulan akan terbelah.
b.      Prof. Achmad Baiquni Msc. Ph. D
Dalam buku Al-Qur’an; Ilmu Pengetahuan dan Teknologi beliau mengemukakan bahwa ada beberapa skenario tentang terjadinya kiamat menurut sains, yaitu:
1)      Pertama
a)      Menggambarkan habisnya bahan bakar termonuklir, yaitu  hidrogen di dalam matahari.
b)      Menjadikan reaksi nuklir makin berkurang, matahari akan menjadi dingin, dan bumi akan membeku.
c)      Bila begitu tidak ada tanaman yang mampu tumbuh dan kehidupan di bumi akan berakhir. Waktu yang diperlukan matahari untuk menghabiskan bahan bakarnya sekitar lima milyar tahun.
2)      Kedua
a)      Menggambarkan habisnya hidrogen di bumi.
b)      Semua makhluk hidup akan mati membeku seperti skenario pertama.
3)      Ketiga
a)      Menggambarkan mengembangnya matahari
b)      Matahari adalah salah satu bintang dalam galaksi kita yang letaknya paling dekat dengan bumi, yang pada dasarnya merupakan satelit matahari..
c)      Evolusi matahari akan mengikuti kehidupan bintang-bintang lainnya, yaitu bila ia telah padam ia akan menyusut terus menjadi kecil sampai pada suatu saat ketika energi gravitasi berubah menjadi panas dan mengubahnya menjadi bintang raksasa merah.
d)     Pada kondisi itu sistem tata surya sebagian (termasuk bumi kita) akan tertelan oleh apinya.
e)      Semua makhluk hidup akan mati tebakar.

Fungsi Iman Kepada Hari Akhir
1)      Memperkuat keyakinan bahwa Allah Mahakuasa dan Mahaadil.
2)      Kuasa menghancurkan alam semesta dengan segala isinya (terjadinya kiamat kubra).
3)      Kuasa mengadili makhluk dengan seadil-adilnya, berdasarkan perbuatan manusia di dunia, pada Yaumul Hisab.
4)      Mendorong untuk berdisiplin menjalankan ibadah, seperti shalat lima waktu.
5)      Memberi dorongan untuk membiasaka diri dengan sikap dan perilaku terpuji (akhlakul arimah) dan menjauhkan dari sikap tercela (akhlakul mazmumah).
6)      Memberi dorongan untuk bersikap optimis dalam hidup.

Tanda-tanda Hari Kiamat
Diantara tanda-tanda tibanya hari kiamat ialah apabila para pemegang pemerintahan adalah orang-orang dari golongan rendah, baik ditinjau dari segi akhlaknya, tingkat keimanannya (agamanya), maupun pendidikannya, sehingga mereka berbuat zalim, menganiaya, dan memperlakukan orang lain seperti memperlakukan budak. Juga apabila pengembala kambing sudah berlomba-lomba membangun gedung-gedung tinggi dan hidup di dalamnya dengan cara yang sangat mewah.
Ada 2 macam kiamat yang kita kenal dan kita alami,yaitu :
a)      Kiamat sugra (Kiamat Kecil)
Merupakan kehancuran,kematian atau berakhirnya kehidupan setiap makhluk yang bernyawa. Firman allah:
“semua yang ada di bumi itu akan binasa,tetapi jawab tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal”  (QS. Ar-Rahma (55):26-27)
b)      Kiamat Qubro (Kiamat Besar)4
Merupakan  peristiwa besar atau hancur binasanya alam semesta beserta isinya (makhluk) sebagai awal di mulainya kehidupan akhirat. Kiamat pasti terjadi tetapi tak seorangpun yang tahu kapan kiamat akan terjadi. Termasuk para nabi dan rasulnya.
Allah berfirman dalam surat al-A’raf 07:187 :
”Mereka menanyakan kepadamu (muhammad) tentang kiamat,”kapan terjadi?” katakanlah “sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada tuhanku; tidak ada (seorangpun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain dia. (kiamat) itu sangat berat (huru-hara nya bagi makhluk)yang di langit dan di bumi,tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba” mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (muhammad) “sesungguhnya pengetahuan tentang (hari kiamat) ada pada allah,tetapi kebanyakan  manusia tidak mengetahui.”
Ada beberapa hal yang memiliki kaitan dengan peristiwa haris akhir kiamat,yaitu:
1)      Yaumul Ba’ats, yaitu hari kebangkitan semua makhluk yang setelah mengalami kematian.
2)      Yaumul Mahsyar, yaitu dimana semua makhluk akan berkumpul pada suatu tempat yang luas (terutama manusia).
3)      Yaumul Hisab, yaitu hari perhitungan atas segala amal manusia selama hidup di dunia.
4)      Mizan, yaitu timbangan amal.
5)      Surga dan neraka
Surga adalah tempat yang menyenangkan yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwan dan beramal sholeh.
Neraka adalah tempat pembalasan paling berat bagi orang-orang yang ingkar,durhaka dan suka melanggar aturan-aturan allah swt.

6.      Iman kepada Qada dan Qadar
Menurut bahasa Qadha memiiki beberapa pengertian yaitu: Hukum, ketetapan, pemerintah, kehendak, pemberitahuan,penciptaaan. Menurut Islam yang dimaksud dengan Qadha adalah ketetapan allah sejak jaman Azali sesuai dengan iradah-Nya tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan makhluk.
Sedangkan menurut bahasa Qadhar adalah: Kepastian,peraturan,ukuran. Menurut Islam Qadar perwujudan atau atau kenyataan ketetapan Allah terhadap semua makhluk dalam kadar dan bentuk sesuai dengan iradah-Nya.
Iman kepada Qada dan Qadar berarti mempercayai dan meyakini akan ketentuan-ketentuan atau takdir yang telah Allah berikan kepada masing-masing umat Islam.
Dalam Firman Allah QS.Al-Ahzab 33:38: ”Tidak ada keberatan apapun pada nabi tentang apa yang telah di tetapkan Allah baginya (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah allah pada nabi-nabi yang telah terdahulu. Dan ketetapan allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.”
Jelaslah hubungan antara Qadha dan Qadar dimana mengacu pada hukum,undang-undang,peraturan dan ketetapan Allah yang berlaku atas semua makhluk-Nya. Sedangkan Qadar mengacu pada pelaksanaan dari rencana allah atas hukum,undang-undang dan ketetapannya.

a.       Kewajiban beriman kepada dan qadar
Dalamsuatu hadist diriwayatkan bahwa suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang laki-laki yang berpakaian serba putih , rambutnya sangat hitam. Lelaki itu bertanya tentang Islam, Iman dan Ihsan. Tentang keimanan Rasulullah menjawab yang artinya: Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaekat-malaekat-Nya, kitab-kitab-Nya,rasul-rasulnya, hari akhir dan beriman pula kepada qadar(takdir) yang baik ataupun yang buruk. Lelaki tersebut berkata” Tuan benar”. (H.R. Muslim)

Seorang laki-laki tersebut adalah Malaekat Jibril yang sengaja datang pada saat itu untuk memberikan pelajaran agama kepada umat Nabi Muhammad SAW. Jawaban Rasulullah yang selalu dibenarkan oleh Malaekat Jibril itu berisi tentang rukun iman. Salah satunya dari rukun iman tersebut adalah iman kepada qadha dan qadar. Dengan demikian , bahwa mempercayai qadha dan qadar adalah merupakan pengakuan hati kita. Kita harus yakin dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri kita, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan adalah atas kehendak Allah.

b.      Hikmah beriman kepada Qadha dan Qadar
Dengan beriman kepada qadha dan qadar, banyak hikmah yang amat berharga bagi kita dalam menjalani kehidupan dunia dan mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat. Hikmah tersebut antara lain:
1)      Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar, apabila mendapat keberuntungan, maka ia akan bersyukur, karena keberuntungan itu merupakan nikmat Allah yang harus disyukuri. Sebaliknya apabila terkena musibah maka ia akan sabar, karena hal tersebut merupakan ujian
Firman Allah:
Artinya:”dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan. ”( QS. An-Nahl ayat 53).

2)      Menjauhkan diri dari sifat sombong dan putus asa
Orang yang tidak beriman kepada qadha dan qadar, apabila memperoleh keberhasilan, ia menganggap keberhasilan itu adalah semata-mata karena hasil usahanya sendiri. Ia pun merasa dirinya hebat. Apabila ia mengalami kegagalan, ia mudah berkeluh kesah dan berputus asa , karena ia menyadari bahwa kegagalan itu sebenarnya adalah ketentuan Allah.
Firman Allah SWT:

Artinya: Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS.Yusuf ayat 87)
Sabda Rasulullah: yang artinya” Tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada sebiji sawi dari sifat kesombongan.”( HR. Muslim)

3)      Memupuk sifat optimis dan giat bekerja
Manusia tidak mengetahui takdir apa yang terjadi pada dirinya. Semua orang tentu menginginkan bernasib baik dan beruntung. Keberuntungan itu tidak datang begitu saja, tetapi harus diusahakan. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar senantiasa optimis dan giat bekerja untuk meraih kebahagiaan dan keberhasilan itu.
Firaman Allah:

Artinya : Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al- Qashas ayat 77)

4)      Menenangkan jiwa
Orang yang beriman kepada qadha dan qadar senangtiasa mengalami ketenangan jiwa dalam hidupnya, sebab ia selalu merasa senang dengan apa yang ditentukan Allah kepadanya. Jika beruntung atau berhasil, ia bersyukur. Jika terkena musibah atau gagal, ia bersabar dan berusaha lagi.

Takdir ada 2 macam,yaitu:
a)      Takdir Mubran adalah Qadha dan Qadar allah yang tidak dapat di elakkan dan pasti terjadi,dan manusia tidak dapat menghindarinya,seperti contoh: Jenis kelamin laki-laki/perempuan,hari kiamat,datangnya ajal seseorang,dll
b)      Takdir Muallaq adalah Qadha dan Qadar allah yang di gantungkan pada ikhtiar seseorang atau usaha-usahanya,menurut kemampuan yang ada pada manusia. Seperti orang ingin pandai harus belajar,orang ingin kaya harus giat bekerja,dll
Bagi orang yang beriman segala kejadian yang menimpa selain disebabkan karena perbuatannya sendiri juga terjadi karena kehendak allah swt. Menurut Syeh Muhammad saleh Al Usaimin,mengemukakan bahwa takdir itu mempunyai 4 tingkatan,yaitu :
1)      Al ilmu (pengetahuan)
Seorang harus meyakini bahwa Allah swt mengetahui segala sesuatu baik secara global maupun terperinci.
2)      Al Kitabah (Catatan)
Allah swt mencatat semua itu di dalam sebagai ketetapan disisinya.
3)      Al Masyiah (Kehendak)
Kehendak allah itu bersifat umum,tidak ada sesuatu dilangit maupun dibumi melainkan terjadi dengan iradah atau kehendak allah swt.
4)      Al khalku (Ciptaan)
Tidak sesuatupun dilangit dan dibumi melainkan allah sebagai pencipta, memiliki, pengatur, dan penguasaannya.






BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dengan ini, maka dapat disimpulkan Pengertian iman secara bahasa menurut Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin adalah pengakuan yang melahirkan sikap menerima dan tunduk. Kata beliau makna ini cocok dengan makna iman dalam istilah syari’at. Dan beliau mengkritik orang yang memaknai iman secara bahasa hanya sekedar pembenaran hati (tashdiq) saja tanpa ada nsure menerima dan tunduk. Kata ’iman’ adalah fi’il lazim (kata kerja yang tidak butuh objek), sedangkan tashdiq adalah fi’il muta’addi (butuh objek) (Lihat Syarh Arba’in, hal. 34)

Perkataan iman yang berarti ‘membenarkan’ itu disebutkan dalam al-Quran, di antaranya dalam Surah At-Taubah ayat 62 yang bermaksud: “Dia (Muhammad) itu membenarkan (mempercayai) kepada Allah dan membenarkan kepada para orang yang beriman.” Iman itu ditujukan kepada Allah , kitab kitab dan Rasul. Iman itu ada dua Iman Hak dan Iman Batil.

Definisi Iman berdasarkan hadist merupakan tambatan hati yang diucapkan dan dilakukan merupakan satu kesatuan. Iman memiliki prinsip dasar segala isi hati, ucapan dan perbuatan sama dalam satu keyakinan, maka orang – orang beriman adalah mereka yang di dalam hatinya, disetiap ucapannya dan segala tindakanya sama, maka orang beriman dapat juga disebut dengan orang yang jujur atau orang yang memiliki prinsip. atau juga pandangan dan sikap hidup.
Para imam dan ulama telah mendefinisikan istilah iman ini, antara lain, seperti diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Talib: “Iman itu ucapan dengan lidah dan kepercayaan yang benar dengan hati dan perbuatan dengan anggota.” Aisyah r.a. berkata: “Iman kepada Allah itu mengakui dengan lisan dan membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan anggota.” Imam al-Ghazali menguraikan makna iman: “Pengakuan dengan lidah (lisan) membenarkan pengakuan itu dengan hati dan mengamalkannya dengan rukun-rukun (anggota-anggota).”
Berbicara tentang iman, tentu berbicara tentang keyakinan. Maka secara mutlak orientasi pembahasan dititik beratkan pada jiwa seseorang atau lazimnya di sebut “qalbu”. Hati merupakan pusat dari satu keyakinan, kita semua sepakat bahwa dalam diri manusia terdapat dua unsur pokok kejadian, terbentuknya jazad dan rohani, apabila keduanya pincang atau salah satu di antaranya kurang, maka secara mutlak tidak mungkin terbentuk makhluk yang bernama manusia.
B.     Saran
Keimanan seseorang akan berpengaruh terhadap perilakunya sehari-hari, oleha karena itu penulis menyarankan agar kita senantiasa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah SWT agar hidup kita senantiasa berhasil menurut pandangan Allah SWT. Juga keyakinan kita terhadap malaikat, kitab, rasul, hari akhir dan takdir senantiasa harus ditingkat demi meningkatkan amal ibadah kita.



DAFTAR PUSTAKA

Wahyuni, Dwi. 2010. Pendidikan Agama Islam. Surakarta: CV. Mediatama
Majid, Al-Zandaniy, Abdul, dkk. 1991. Al Iman. Jakarta: Pustaka Al Kautsar
Umary, Barmawie, Drs. 1991. Materi Akhlak. Solo: Ramdhani
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam. 1993. Ensiklopedia Islam. Jakarta: PT. Ikhtiar Baru Van Hoeve
Fachrudian, HS, H. 1992. Ensiklopedia Al Qur’an. Jakarta: Rineka Cipta
Bahreisy, Salim. 1985. Riadlus Shalihin (terjemahan). Bandung.
Sabiq, Sayid. 1980. Aqidah Islam. Bandung: Diponegoro.


2 komentar: